Pengantar Akuntansi : [Konsep Akuntansi Keuangan]
Menurut Winston
(2013[i])
Asumsi/Konsep Akuntansi memuat :
1.
Asumsi Dasar Akrual, dimana pengaruh transaksi
dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau
setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta
dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Asumsi ini
merupakan dasar pencatatan yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan
pada Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
2.
Asumsi Keberlangsungan Usaha (Going Concern
Assumption/Concept), yaitu informasi akuntansi disajikan berdasarkan asumsi
bahwa organisasi akan terus beroperasi dan tidak bermaksud untuk melikuidasi
skala usahanya.
3.
Asumsi Unit Moneter (Monetary Unit
Assumption/Stable Monetary Unit Concept), yaitu pencatatan akuntansi harus
dinyatakan dalam sebuah unit moneter atau satuan mata uang.
4.
Asumsi Jangka Waktu (Time Period Assumption),
yaitu bahwa umur sebuah organisasi dapat dibagi dalam beberapa jangka waktu
dengan didukung laporan yang bermanfaat untuk periode-periode tersebut.
5.
Asumsi Entitas Bisnis (Business Entity
Assumption/Entity Concept), yaitu pencatatan akuntansi harus dilakukan secara
terpisah dengan pencatatan entitas bisnis lainnya.
Menurut Carl S.
Warren (2015)[ii],
konsep akuntansi dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Konsep entitas bisnis, konsep ini membatasi data
ekonomi dalam system akuntansi ke data
yang berhubungan langsung dengan aktivitas usaha. Dengan kata lain, bisnis
dipandang sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditur dan para pemangku
kepentingan perusahaan.
2.
Konsep biaya, adalah jumlah suatu pos laporan keungan dicatat
sebesar biaya perolehan yang meliputi harga beli dan semua biaya yang
dikeluarkan untuk mendapatkan barang / jasa tersebut. Konsep biaya meliputi :
a.
Konsep objektivitas, mengharuskan pencatatan dan
pelaporan akuntansi didasarkan pada bukti yang objektif
b.
Konsep unit pengukuran, mengharuskan data
ekonomi dicatat dalam satuan mata uang, karena uang merupakan alat ukur yang umum
digunakan untuk keseragaman pelaporan data keuangan.
[i] Pontoh,
W. (2013). Akuntansi-Konsep dan Aplikasi. Manado.
[ii]
S. Warren, C. (2015). Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Jakarta
Komentar
Posting Komentar