Pengantar Akuntansi : [Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)]
Tujuan dari
laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi keuangan atas perusahaan
yang berguna sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan
perusahaan.
Menurut Evaf
Maulina (2019) Prinsip akuntansi memuat pedoman umum tentang pengkuran,
pengakuan dan pengungkapan informasi keuangan suatu perusahaan.[i]
Sedangkan menurut
Winston (2013) prinsip akuntansi memuat[ii]
1.
Prinsip Pengukuran (Measurement Principle) atau
Prinsip Biaya (Cost Principle), yaitu pencatatan akuntansi dalam pemerolehan
sumber daya harus didasarkan pada harga perolehan atau biaya aktual atau biaya
historis yang diukur berbasis kas atau setara kas.
2.
Prinsip Identifikasi Pendapatan (Revenue
Recognition Principle), yaitu pendapatan harus diakui dan dicatat pada saat
terjadinya transaksi.
3.
Prinsip Identifikasi Beban (Expense Recognition
Principle/Matching Principle), yaitu pencatatan atas beban-beban dilakukan
sebagai penimbul pendapatan yang dilaporkan dan kemudian ditandingkan.
4.
Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure
Principle) atau Prinsip Keterbuktian (Faithful Representation Principle), yaitu
organisasi harus memuat catatan penjelasan atas apa yang termuat dalam laporan
keuangan, sehingga dapat dibuktikan kebenarannya. Keterbuktian dapat berupa
data yang lengkap, netral, dan bebas dari salah saji yang material.
Indonesia punya
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
yang bertanggungjawab untuk mengontrol
dan mengembangkan standar akuntansi di Indonesia supaya relevan dengan kejadian
terkini, produk dari DSAK adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang mana PSAK & ISAK menjadi dasar atas
pembuatan laporan keuangan.
[i] Maulina,
E. (2019). ARTI PENTING DAN KARAKTERISTIK PRINSIP AKUNTANSI. JURNAL
MITRA MANAJEMEN, 10(1).
[ii] Pontoh,
W. (2013). Akuntansi-Konsep dan Aplikasi. Manado

Komentar
Posting Komentar